aksiradio – “Ayah Wajib Hadir” menjadi tema pada peringatan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Plaza Pemda Karawang,Senin(29/06/2026).
Tema tersebut menegaskan pentingnya peran ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Hal tersebut diungkap Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang, Imam Bahanan.
Imam bahkan menegaskan kehadiran seorang ayah memiliki peran yang sangat mendasar dalam membentuk karakter dan masa depan anak. Menurutnya, anak yang tumbuh dengan pendampingan ayah memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi pribadi yang baik dan sukses.
Peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus terlibat dalam aktivitas sehari-hari, seperti memandikan anak, menyiapkan makanan, mengantar ke sekolah, hingga mengambil rapor.
“Seorang ayah harus menjadi pendamping keluarga, mengayomi, serta menjadi teladan bagi anak-anaknya. Kasus-kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah terhadap anak merupakan bentuk pengkhianatan terhadap keluarga dan harus diberantas. Kasih sayang seorang ayah kepada anak harus murni sebagai orang tua, bukan justru menyakiti atau mengkhianati mereka. Begitu juga dengan ayah yang tidak memberikan nafkah kepada keluarga, itu juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap tanggung jawabnya,” tegas Imam.
Beragam rangkaian kegiatan telah dilakukan DPPKB Karawang dalam menyambut Harganas tahun 2026 berupa pelayanan Keluarga Berencana Metode Operasi Wanita (MOW) yang rutin dilaksanakan setiap dua pekan di RSUD Karawang. Pada kegiatan kali ini, tercatat sekitar 32 hingga 35 peserta mengikuti pelayanan tersebut.
Dalam sambutannya Bupati Karawang mengatakan,”DPPKB berkomitmen untuk terus menjalankan pelayanan KB secara rutin di seluruh puskesmas maupun pada momen-momen tertentu, seperti peringatan Hari Ikatan Bidan Indonesia (IBI),”ujar Bupati Aep.
Selain itu, DPPKB juga akan terus memperkuat dukungan terhadap program percepatan penurunan angka stunting. Meski secara teknis program tersebut berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan, DPPKB memiliki peran penting melalui pendampingan keluarga di lapangan.
”Kami memiliki sekitar 6.000 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang siap siaga mendampingi keluarga berisiko stunting. Mereka akan terus bergerak demi mendukung keberhasilan penurunan angka stunting di Kabupaten Karawang,” pungkas Imam.






