aksiradio – Wakil Bupati (Wabup) Aep Saepulloh Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Launching Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting ( BAAS ) tahun 2023 dan distribusi simbolis bantuan bagi 2769 anak stunting di Kabupaten Karawang.
Acara digelar bersifat informal tersebut menghadirkan kordinator satpel KB kecamatan dan perwakilan kader TPK dari 30 Kecamatan. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala DPPKB, kepala Bappeda , Ketua Baznas, perwakilan Dinkes dan BKPSDM. Rabu (23/08/2023).
Dalam sambutannya mengajak semua komponen yang terlibat dalam percepatan Penurunan Stunting bersama-sama meraih target prevalensi stunting di angka 8%.
Untuk mendukung dan merealisasikan target tersebut Pemkab akan berupaya mengeluarkan SK Bupati ini sebagai salah satu upaya menuntaskan stunting, sehingga diharapkan di ahir tahun 2024 Karawang Zero New Stunting, atau tidak ada lagi kasus anak stunting baru.
Seperti diketahui bahwa dalam upaya percepatan penurunan stunting, pemerintah melalui Kepala Staf Angkatan Darat bersama BKKBN menggulirkan inovasi Bapak Asuh Anak Stunting, dimana semua komponen Pentahelix terlibat masing-masing mengangkat anak stunting dengan memberikan donasi sesuai kebutuhan Gizi anak stunting hingga anak tersebut dinyatakan terbebas dari stunting.
Wabup berharap, para ASN, khususnya pejabat di lingkungan Pemkab Karawang, sesuai SK Bupati memberikan donasinya, yang tahun ini satu anak stunting setiap hari diberikan 2 butir telur melalu kader Tim Pendamping Keluarga ( TPK ) selama 6 bulan.
Dengan konversi 1 anak balita stunting diberikan 2 butir telur maka asumsinya seorang anak butuh 120.000 x 6 bulan atau setara 720.000. Sementara sesuai SK Bupatinya Forkopimda dibebankan masing-masing 10 anak, kepala OPD atau setara eselon 2 sebanyak 5 anak, sementara untuk pejabat setara eselon 3 antara 1 – 3 anak.
Wabup berharap dan menghimbau komponen pentahelix yang terlibat dalam penanganan Stunting seperti dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat dan media massa, juga turut serta menjadi Bapak atau Bunda Asuh Anak Stunting, uang nya di berikan melalui BAZNAS dan di distribusikan melalui Camat dan Kord Satpel KB di wilayah yang terdapat anak Stunting.
Aep mengajak serta masyarakat dapat berbuat untuk bersama-sama menurunkan prevalensi angka stunting, tidak hanya dengan materi saja namun bisa dengan melakukan edukasi kepada masyarakat dengan merubah perilaku orang tua, calon pengantin, ibu hamil untuk tidak jajan atau makan makanan yang tidak bergizi, tapi lebih kepada makanan yang tinggi protein hewani seperti telur, ikan, daging ayam, daging sapi, susu segar.
Aep menambahkan juga bagi remaja putri rajin minum tablet tambah darah yang disediakan gratis di puskesmas atau posyandu karena ketika remaja jadi Ibu, dan dia mengalami anemia atau kurang darah maka akan berpotensi melahirkan anak stunting.






