aksiradio – Dugaan Persekongkolan lelang proyek RSUD Rengadengklok membuat Masyarakat Anti Mafia Anggaran Negara (Maman) akan melaporkan APG (Adhi Persada Gedung), Kabag Barjas, dan Dinkes ke Bareskrim.
Waktu yang singkat antara pengumuman pemenang tender dan pelaksanaan tender yang diumumkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang disinyalir adanya permainan.
Dengan lelang Mega proyek senilai 219 Milyar, pembangunan RSUD Rengasdengklok menjadi perhatian khusus para pengamat pemerintahan.
Maman bahkan mensinyalir adanya Indikasi permainan lelang yang telah terkondisikan, mulai dari pembuktian yang dilakukan 2 hari, hingga dugaan APG menggunakan dokumen palsu dalam proses lelang tender RSUD Rengadengklok Karawang.
Hendra Supriatna Koordinator MAMAN dan juga sebagai Direktur LBH Arya Mandalika menyatakan,”persoalan ini tidak bisa dibiarkan, ini harus diambil langkah hukum, agar menjadi perhatian bagi penyelenggara negara yang sudah menjadi sengkarut pat gulipat mafia anggaran negara”, Sabtu (19/08/2023).
Hendra juga berharap Karawang bersih dari KKN, agar anggaran negara bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk sebaik baiknya untuk kebutuhan masyarakat Karawang.
Pelaporan yang akan dilakukan dikatakannya pula bahwa Maman sudah mengantongi bukti-bukti yang valid, dipercaya dan dapat dibuktikan. Hal ini penting diambil sebagai sebuah langkah dan kepastian hukum.






