aksiradio – Tim Percepatan penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Karawang menerima dana CSR ratusan juta rupiah untuk program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) tahun 2023. Dana CSR itu berasal dari perusahaan PT Hermamuda senilai Rp. 110 juta dan Bank BJB senilai Rp. 27 juta.
Uang ratusan juta tersebut akan disalurkan dalam bentuk makanan bergizi kepada 480 anak stunting di 21 kecamatan di Karawang.
Wakil Bupati karawang, Aep Syaepulloh yang juga menjabat sebagai Ketua TPPS Karawang mengatakan, program BAAS Karawang merupakan percontohan di Jawa Barat karena berhasil menjalankan konsep pentahelix dengan baik.
Terbukti, yang menjadi bapak asuh anak stunting di Karawang tidak hanya ASN dan instansi pemerintahan saja. Akan tetapi semua unsur dari pentahelix ikut andil. Termasuk perusahaan-perusahaan di Kawasan industry di Karawang.
“Sesuai instruksi ibu bupati, angka stunting di Karawang ditarget mencapai 8 persen di tahun 2023 ini. Oleh karena itu program penurunan stunting di Karawang harus dilakukan semakin massif,”ungkap Aep, Senin, (6/3) saat mendistribusikan dana BAAS kepada para camat di Aula DPPKB Karawang.
Aep menjelaskan, setelah dilakukan intervensi pemberian makanan bergizi melalui program BAAS. Telah terjadi peningkatan berat badan dan tinggi badan yang siginfikan pada anak-anak stunting di Karawang.
Pada tahun 2022 kemarin, kata Aep, angka stunting di Karawang turun dari 20,6 persen menjadi 14 persen. Artinya, upaya percepatan penurunan stunting yang dilakukan Pemkab Karawang sudah membuahkan hasil.
“Karawang pada tahun 2022 menjadi 4 besar terbaik penurunan stunting di Jawa Barat,” ungkap Aep.
Disisi lain, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang, Sofiah menjelaskan, berdasarkan laporan perkembangan anak stunting dan hasil survey lapangan.
Program perbaikan gizi melalui BAAS ini sudah berdampak sangat baik. Apa lagi, TPPS dibawah komando Wabup menambahkan intervensi pemberian satu hari satu butir telur. Hal ini tentu saja semakin mempercepat penurunan stunting di Karawang.
“Kami optimis di tahun 2023 ini angka stunting di Karawang turun menjadi satu digit sesuai target dari ibu bupati,” pungkas Kadis DPPKB.
Sebagai informasi, memalui program BAAS ini anak-anak stunting di Karawang memiliki bapak asuh yang akan memberikan bantuan Rp. 450 ribu per anak per bulan untuk mencukupi kebutuhan gizi harian mereka. Di Karawang sendiri, semua ASN termasuk Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, Dandim, hingga Kajari juga menjadi bapak asuh anak stunting.






