Tirai Selecao das Quinas Resmi Ditutup, Cristiano Ronaldo Ucapkan Selamat Tinggal pada Timnas Portugal

aksiradio – Menyusul langkah sang rival abadi, Lionel Messi, yang lebih dulu menutup lembaran indahnya di panggung internasional, Mega bintang sepak bola dunia Cristiano Ronaldo akhirnya menyusul jejak tersebut.

Tepat pada Kamis (5/11/2026), Cristiano Ronaldo secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Tim Nasional Portugal.

Keputusan besar ini sekaligus menjadi penutup tirai bagi perjalanan mahakarya sang icon bersama Selecao das Quinas yang telah terukir selama lebih dari dua dekade penuh kejayaan.

Lewat sebuah video emosional yang diunggah di akun media sosial pribadinya, pemain berusia 41 tahun itu menyampaikan salam perpisahan.

Ia menyatakan bahwa kini adalah waktu yang tepat untuk menanggalkan jersi kebanggaannya dan menyerahkan nomor punggung 7 yang selama dua dekade identik dengan namanya kepada generasi penerus bangsa.

Dalam pesan perpisahannya, Ronaldo menoleh ke belakang, mengenang memori panjang dan perjuangan tiada henti yang ia dedikasikan untuk negara tercinta.

Dengan penuh rasa syukur, ia meninggalkan lapangan hijau internasional dengan kepala tegak, bangga pada sejarah yang telah ia torehkan, dan keyakinan bahwa dirinya telah memberikan jiwa serta raga untuk Portugal.

“Hari ini saya mengakhiri perjalanan saya di lapangan bersama tim nasional. Saya pergi dengan kepala tegak, bangga atas perjalanan yang telah saya lalui, dan dengan kesadaran bahwa saya telah memberikan segalanya untuk Portugal,” tutur Ronaldo penuh haru.

Lebih dari sekadar angka-angka di atas kertas, kapten legendaris ini merefleksikan bahwa makna sejati dari sepak bola jauh melampaui catatan gol, kilauan trofi, ataupun rekor-rekor fantastis yang berhasil ia pecahkan di sepanjang kariernya.

Ronaldo mengakui bahwa hasrat terbesarnya di masa muda adalah bekerja keras demi menjadi pemain terbaik di dunia.

Namun, seiring berjalannya waktu dan kedewasaan jiwa, ia menyadari satu hal yang paling berharga, pencapaian terbesar dalam hidupnya bukan tentang seberapa banyak penghargaan yang ia raih, melainkan kehormatan luar biasa bisa mengenakan lambang negara di dadanya dan membela Portugal di kancah dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *