NEWS  

Bupati dan Sekda Karawang Tak Dapat Membendung Amukan Massa Nyaris Menjadi Korban

aksiradio – Amukan para pedagang Rengasdengklok saat akan direalisasi, semakin menjadi hingga rusuh tak terbendung, petugas gabung menjadi sasaran amuk massa tak terkecuali Sekda dan Bupati Karawang.

Satu hari setelah dilaksanakan rapat dengar pendapat, Pemerintah Kabupaten Karawang menurunkan petugas gabungan untuk merelokasi Pasar Rengasdengklok untuk dijadikan tempat ruang terbuka hijau.

Nantinya para pedagang direlokasi ke pasar Proklamasi, namun para pedagang menolak dengan alasan tempat yang mahal, tidak sesuai harapan dan kios relatif kecil.

Saat petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Satpol-PP hendak melakukan relokasi pasar Rengasdengklok, kehadirannya disambut dengan pembakaran ban.

Menurut Sekda Karawang, tragedi berdarah bermula saat, para petugas dihadang ratusan massa yang tergabung dalam pedagang pasar, yang diduga ada keterlibatan oknum organisasi masyarakat (ormas).

“Tadi kita lihat (dihadang) pakai petasan, batu, dan membakar ban,” ungkap Acep

Rusuh mulai terjadi saat pelemparan batu kepada petugas gabungan dilakukan massa yang mengakibatkan seorang petugas terluka.

“Iya tadi ada juga yang mengalami luka dari Satpol-PP, dan ada juga yang ke Rumah Sakit, saya juga sama kena dibagian telinga dan kaki,” timpalnya.

Sekda mengecam aksi penghadangan tersebut bahkan dirinya telah memiliki data bahwa adanya ormas bayaran yang ikut terjun dalam kondisi mabuk.

“Yang saya sayangkan masyarakat memanfaatkan pihak lain (diduga ormas), saya tahu ada orang mabok dibayar, kami punya datanya siapa saja,” ungkapnya.

Sementara relokasi pasar Rengasdengklok ini telah memakan waktu yang sangat lama, tak kurang dalam kurun waktu 20 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *