aksiradio – Tergiur akan iming-iming yang menjanjikan akan meloloskan impian sang buah hati tercinta untuk menjadi Bintara Polisi, Sepasang suami-istri asal Cikampek Kabupaten Karawang, diduga alami penipuan oknum ASN hingga mencapai 1,65 Milyar rupiah.
Usai menyerahkan uang dengan total sebesar 1,65 Milyar secara berkala terhitung sejak Februari hingga Desember 2022 kepada seorang Oknum ASN yang menjanjikan anaknya akan lolos masuk Bintara Polri namun hingga awal tahun 2023 tak membuahkan hasil, sepasang Suami istri asal Cikampek Kabupaten Karawang Laporkan ke Polres Karawang.
Korban bernama Toto Mugiarto dan Martuti itu melaporkan Oknum ASN JJ dan DLN ke Polres Karawang pada 04 April 2023 dengan nomor STT LP/B/679/V/2023/SPKT. Polres Karawang Polda Jabar.
Toto Mugiarto dan Martuti merupakan warga Kampung Mekar Jaya, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru
Kabupaten Karawang, tergiur dengan bantuan seorang Oknum ASN berinisial JJ yang akan meloloskan anaknya masuk Bintara Polri.
Martuti mengatakan,”awalnya suami saya cerita kepada temannya yang merupakan anggota Dishub Karawang mengenai niat anak saya, orang dishub tersebut menawarkan bantuan untuk meloloskan anak saya karena memiliki teman yang bisa akses langsung ke Polda bahkan hingga ke Mabes.”
Usai pembicaraan tersebut oknum dishub tersebut terus melakukan komunikasi kepada Toto, akan membawa dan memperkenalkan temannya yang bisa membantu mewujudkan niat anaknya.
“Suatu waktu JJ datang ke rumah dengan membawa temannya DLN, dia ceritakan bahwa DLN siap membantu meloloskan anak saya menjadi Bintara,”tambah Martuti.
Sejak Perkenalan tersebut di awal Februari 2022 silam korban mengeluarkan uang sesuai yang diminta para pelaku untuk segala kepengurusan dan biaya. Hingga di bulan Desember 2022, korban masih diminta uang untuk melancarkan persyaratan menjadi Bintara dengan total uang 1 miliar 650 juta rupiah, namun hingga awal tahun 2023 anaknya tak juga lolos seleksi.
Korban melaporkan kasus penipuan ke Polres Karawang, didampingi Ketua dan Panglima LSM Macan Citarum Indonesia.
Pihaknya berharap kasus ini cepat di tangani dan para pelaku dapat ditangkap guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.






