Gegara Ban Mobil Kempis Satu Orang Meninggal Dihantam Kereta

aksiradio – Insiden tragis dan mengenaskan terjadi pada Rombongan Pemudik Tujuan Demak Ditabrak Kereta Api di Lamongan, akibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya terluka.

Insiden ini berawal kendaraan yang ditumpangi Rombongan Pemudik kempes ban. Kecelakaan ini terjadi di desa Gembong, Kecamatan Babat, Lamongan, Selasa (11/04/2023) sekitar pukul 21.30 WIB.

Satu orang Korban meninggal atas nama Ahiyadi (55). Sedangkan korban terluka adalah Al Harisyah (59). Ahiyadi meninggal dengan luka yang sangat parah. Sedangkan Al Harisyah mengalami patah tulang tangan.

Saksi mata bernama Ariska Ilmiah (23) menyebutkan, mulanya mobil yang ditumpangi korban mengalami kempes ban.

Warga desa Kenduren kabupaten Demak ini mengatakan, dia dan 2 korban sebenarnya berada dalam satu mobil.

Saat mobil ban Isuzu Elf yang mereka tumpangi kempes, dua korban keluar dari mobil sembari menunggu sopir mengganti ban.

Ariska dan dua korban lalu duduk-duduk di perlintasan kereta api sambil menunggu.

“Yang mengalami kempes ban itu mobil yang kami tumpangi,” ungkap Ariska.
Tak mereka sadari, muncul kereta api dari timur ke barat. Karena jarak sudah begitu dekat, akhirnya terjadi kecelakaan.

“Alhamdulillah saya bisa selamat, karena saya duduk jauh dari perlintasan,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, daerah sekitar itu cukup gelap tanpa penerangan.

Insiden tersebut langsung dilaporkan oleh Adidaya (34) masinis kereta pai.

Anggota Polsek Babat, Pawas Aiptu Ilham Siswoyo, KSPKT Mustakim, didampingi 4 anggota Aipda Suwono, Bripka Sumarsono, Aipda Ilham Suharjo dan Aipda M. Riyadi menuju TKP dan langsung mengevakuasi kedua korban.

Kedua korban dibawa ke RS Karangkembang Babat. Dan malam itu juga sejumlah saksi dimintai keterangan di Polsek Babat.

“Terjadi kecelakaan, bukan mobil rombongan yang ditabrak KA. Tapi dua diantara rombongan yang duduk di perlintasan KA ditabrak KA saat mobil yang mereka tumpangi ganti ban, karena kempes, ” kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *