aksiradio – Warga Banjarnegara Jawa Tengah digegerkan dengan adanya dukun pengganda uang yang sekaligus sebagai pelaku pembunuhan 10 konsumen sebagai korbannya.
Kasus ini mengingatkan kita kembali pada pelaku Wowon CS. Pelaku yang berkedok sebagai dukun pengganda uang tersebut bernama Slamet Tohari, warga Desa Balun Kecamatan Wanayasa Banjarnegara.
Slamet Tohari dikenal sebagai Mbah Slamet ini tinggal di Desa Balun Kecamatan Wanayasa. Sekitar 500 meter dari jalan antar Kecamatan Wanayasa-Kecamatan Kalibening.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Banjarnegara Ajun Komisaris Bintoro Thio mengatakan, ada penambahan jumlah korban yang diduga dibunuh oleh Slamet. Namun, dia belum bersedia merinci berapa total korban dan identitas mereka.
”Pada intinya, saat ini ada penambahan jumlah korban. Untuk selanjutnya, jumlah korban berapa dan identitasnya dapat dijelaskan oleh pimpinan kami. Itu lokasi di area kebun yang sama dimiliki oleh ST (Slamet Tohari),” kata Bintoro yang memimpin penggalian dan pencarian jenazah.
Berdasarkan penyelidikan aparat kepolisian setempat melaporkan para korban pembunuhan sempat menyetorkan uang antara 70 hingga 200 juta.
Pelaku menjalankan praktek penipuan tersebut sudah terbilang lama, sejak tahun 2000 silam dan menjalankan praktek dibantu BS yang bertugas mempromosikan usaha penggandaan uang tersebut.
Sementara Istri pelaku, Sanem mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui perihal kasus penipuan dan pembunuhan yang dilakukan suaminya, dirinya hanya mengetahui suaminya bekerja di jalanan.
Bahkan Sanem mengatakan bahwa saat ini kehidupan keluarga sedang tidak baik-baik saja, Sanem juga mengatakan dirinya saat ini sedang ditelantarkan pelaku.
Mengenai banyaknya korban penipuan dan pembunuhan yang dilakukan suaminya, Sanem hanya mengatakan dirinya memang sering mendapati tamu asing yang dirinya tidak kenal. Sanem hanya menganggap teman usaha suaminya di jalan.






