Akibat Intimidasi dan Kekecewaan yang Memuncak Mahasiswa Fakultas Teknik Unsika Lakukan Unjuk Rasa

aksiradio – Akibat merasa terintimidasi, larangan bersosialisasi dan tagih janji Rektorat, Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa (Unsika) lakukan unjuk rasa, Senin (01/08/2022).

Unjuk rasa dilakukan seluruh mahasiswa Fakultas Teknik dengan melakukan orasi di depan gedung H. Opon Supandji. Para mahasiswa juga membentangkan spanduk di seputaran tempat berunjuk rasa hingga melakukan salat berjamaah.

Unjuk rasa tersebut terjadi atas dugaan pungutan liar terhadap mahasiswa yang dilakukan mantan Koordinator Program Studi (Kaprodi) Teknik Kimia FT Unsika termasuk Instruksi mahasiswa jurusan Teknik Kimia agar tidak bersosialisasi dengan mahasiswa Teknik dari jurusan lain.

Kekecewaan mahasiswa FT Unsika semakin membesar setelah janji Rektorat untuk menyediakan gedung kuliah dan fasilitas kampus yang layak pada bulan Juni 2022, hingga saat ini tidak terpenuhi bahkan FT Unsika saat ini tidak punya gedung kuliah.

“Instruksi Kaprodi, wajib beli dua botol. Ada ancaman nilai bila menolak beli jahe merah. Kalau tidak bisa beli, mahasiswa diminta menemui Kaprodi. Sudah banyak contohnya. Bahkan teman-teman Prodi (himpunan) banyak yang keluar karena terkena mental dan tekanan,” kata Koordinator Aksi Marshall Dhiya Ulhaq Sulaeman.

Intimidasi kepada mahasiswa tidak hanya itu saja. Marshall mengatakan, Kaprodi bahkan menginstruksikan mahasiswa jurusan Teknik Kimia agar tidak bersosialisasi dengan mahasiswa Teknik dari jurusan lain.

“Kebebasan suara mahasiswa dibungkam, kebebasan ekspresi dibatasi, tidak boleh bersosialisasi dengan teman-teman Teknik yang lain,” katanya.

Kasus ini sudah dari jauh-jauh hari diketahui rektorat. Ketika itu, pihak kampus merespons protes mahasiswa dengan cara mencopot jabatan Kaprodi Teknik Kimia. Namun mahasiswa tidak puas.

Mahasiswa Fakultas Teknik juga saat ini tidak punya gedung kuliah. Sebelum pandemi, tahun 2019, mahasiswa Fakultas Teknik belajar di gedung H. Opon. Namun selama pandemi, gedung tersebut diubah menjadi gedung rektorat. Namun pengubahan status gedung tidak diiringi dengan ditambahnya gedung baru. Sehingga mahasiswa Fakultas Teknik saat ini tidak punya ruang kelas.

“Pihak Rektorat menjanjikan kami di FT, fasilitas terpenuhi di bulan Juni 2022. Tapi sekarang di Agustus belum terpenuhi. Alat-alat praktikum belum terbeli, laboratorium belum jadi, ruang pembelajaran mahasiswa masih bingung mau belajar di mana. FT tidak punya gedung kuliah. Kami bingung kuliah di mana,” katanya.

Para demonstran sempat ditemui oleh jajaran Dekan, Wakil Dekan, dan Kaprodi FT Unsika. Namun mahasiswa tetap bertahan sampai Rektor Unsika datang menemui mereka dan mengabulkan tuntutan.

Narasi: ID

KUNJUNGI..
Honda Kumala Karawang
Jl. Arteri Interchange Tol Karawang Barat
Telpon : 0267 – 8453388

Honda Kumala Karawang
Kenyamanan Anda dalam Berkendara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *