aksiradio – Memasuki hari kelima penyelenggaraan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya sejak dibuka resmi pada 19 September lalu, kontingen Indonesia masih belum berhasil memecahkan telur medali emas. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, langsung menggelar evaluasi berkala terhadap capaian para atlet.
Hingga Rabu (23/9/2026), Indonesia masih tertahan di peringkat ke-23 klasemen sementara dengan total perolehan 13 medali, yang terdiri atas 1 perak dan 12 perunggu.
Cabang olahraga wushu sejauh ini menyumbang amunisi medali terbanyak bagi Merah Putih dengan koleksi 5 perunggu. Meski begitu, wushu masih memburu medali emas pertamanya demi memenuhi target awal 1 emas yang telah disepakati.
Erick Thohir menegaskan bahwa evaluasi ini bersifat berkala untuk memastikan setiap cabang olahraga (cabor) tetap menjaga fokus demi memenuhi target perolehan medali.
“Sejak sebelum berangkat, kami sudah duduk bersama dengan para pimpinan cabang olahraga untuk membahas potensi, peluang, dan target masing-masing. Target ini telah kita sepakati bersama,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/9/2026).
Erick menambahkan bahwa langkah evaluasi ini bukan bertujuan untuk saling menyalahkan, melainkan untuk memetakan kendala teknis di lapangan. Hal ini dilakukan agar langkah perbaikan bisa segera diambil sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Guna memonitor performa atlet secara real-time, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus berkoordinasi intensif dengan para pimpinan cabor.
Pada ajang Asian Games 2026 ini, Kemenpora mengusung target keseluruhan 4 medali emas, dengan iming-iming bonus Rp3 miliar bagi setiap peraih medali emas.
Asa Indonesia untuk menyabet emas pertama masih terbuka lebar. Tim bulu tangkis beregu putra berhasil menembus partai puncak dan siap menantang tim kuat Tiongkok di laga final. Selain itu, sejumlah cabor andalan Indonesia seperti panjat tebing dan angkat besi putra juga baru akan memulai berlaga.






