NEWS  

Dua Titik Kemacetan di Tengah Kota Akan Dibangun Flyover dan Underpass

aksiradio – Dua titik sentral kemacetan menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang untuk mengurai dan meminimalisir tingkat kepadatan arus lalu lintas perlintasan kereta.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Karawang, Muhana kepada awak media mengenai rencana pembangunan Flyover dan underpass di sejumlah pelintasan yang jadi biang kemacetan kota, Rabu 15 Oktober 2025.

Perlintasan palang pintu kereta Jalan Wirasaba menjadi salah satu target dan rencana pembangunan Flyover karena untuk melintas di jalur tersebut bisa memainkan waktu yang lama saat kereta akan melintas.

Peningkatan kepemilikan kendaraan bermotor yang terus meningkat tajam ditambah dengan jalur kendaraan merupakan jalur yang sangat penting untuk transaksi perekonomian, Pemkab menilai perlu adanya pembenahan dan pembangunan infrastruktur.

“Pemerintah Kabupaten Karawang nantinya akan membangun flyover di perlintasan Wirasaba, karena kawasan itu sudah sangat crowded,” ungkap Muhana.

Total jumlah perlintasan kereta api di Kabupaten Karawang kurang lebih sebanyak 30 titik perlintasan, Pemkab Karawang akan terus memantau tingkat kepadatan dan perkembangan baik jumlah penduduk maupun kendaraan yang melintas.

“Satu lagi yang perlu dicatat bahwa Pemkab Karawang juga akan segera membangun underpass di perlintasan kereta Tuparev karena itu di tengah kota, jadi sangat berpengaruh sekali untuk mengurangi kemacetan,” jelas Muhana.

Sementara Muhana menambahkan proyek pembangunan Underpass Gorowong, yang saat ini sedang dibangun, ditargetkan rampung pada Desember 2025.

Proyek ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dan percontohan dalam penyelesaian perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan umum di Karawang.

Pemerintah Kabupaten Karawang akan terus berupaya memberikan solusi dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam beraktivitas khususnya kenyamanan dalam penggunaan moda transportasi, keselamatan sekaligus mendukung peningkatan perekonomian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *