aksiradio – Seorang Warga Desa Kiarapayung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang menjadi korban perampokan disertai pembunuhan, emas seberat 100 gram dibawa kabur.
Hal tersebut terungkap usai seorang nenek yang belum dapat dikonfirmasi identitas lengkapnya ditemukan tergeletak bersimbah darah dan meregang nyawa.
Lokasi tempat kejadian terletak tak jauh dari kawasan industri tepatnya di Seputaran PT Chang Shin. Korban ditemukan tak bernyawa pada Selasa 29 April 2025.
Aparat keamanan dari Tim inafis Polres Karawang langsung mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Karawang, melalui Kasi Humas Polres Karawang Ipda Solikhin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dan aduan masyarakat mengenai kejadian tersebut.
“Kami sedang mengumpulkan saksi dan bukti untuk menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Kasus perampokan disertai pembunuhan ini diduga terencana dan pelaku mengetahui secara jelas target korban, motif pasti dan kronologi kejadian masih dalam penyelidikan intensif oleh polisi.
Kejadian ini memicu keresahan di kalangan pekerja dan warga sekitar kawasan industri. Banyak yang menuntut peningkatan pengamanan, terutama di lokasi-lokasi sepi yang rawan tindak kriminal.
Berdasarkan informasi yang didapat melalui saluran komunikasi, Kapolsek Klari, Kompol Andryan Nugraha langsung turun ke lokasi kejadian perkara beserta tim buru sergap (Buser) polres Karawang.
“Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat Karawang terkait kasus yang sedang kami tangani saat ini, semoga kasus ini segera terungkap dan pelaku secepatnya dapat ditangkap,” ungkap Andryan.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan sedang melakukan penyelidikan informasi lengkap baik dari pihak keluarga maupun masyarakat sekitar.
Masyarakat diimbau untuk waspada dan melaporkan segala aktivitas yang mencurigakan pada pihak keamanan setempat agar keamanan lingkungan dapat terjaga.






