aksiradio – Kesebelasan kuda hitam Timnas Mali U-17 harus menelan pil pahit di partai semifinal piala dunia U-17 melawan Perancis di Stadion Manahan Solo, Selasa malam, usai gagal mempertahankan keunggulan dan berbalik ketinggalan 2-1 hingga usai.
Timnas Mali U-17 yang dianggap rata-rata memiliki keunggulan fisik dibanding Timnas Perancis langsung sporadis melakukan serangan ke jantung pertahanan Perancis di awal pertandingan.
Meski begitu Perancis mampu membuat benteng pertahanan kokoh dan membalas dengan serangan balik. Mali lebih mendominasi pertandingan di babak pertama.
Alhasil dari sekian banyak kesempatan menciptakan gol, Mali berhasil mencuri 1 gol jelang akhir turun minum. Skor 1-0 untuk Mali di babak pertama.
Perancis yang memiliki keunggulan teknik, mampu menguasai jalannya pertandingan usai di menit 55, Mali harus bermain dengan 10 orang setelah Souleymane Sanogo melakukan tindakan kasar dan terlihat jelas dalam tayangan Var.
Perancis yang memiliki kelebihan pemain mulai nampak menguasai jalannya pertandingan di sisa babak kedua, Prancis mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sundulan Yvan Titi.
Menit 70, Prancis berbalik memimpin 2-1 lewat gol yang dicetak Ismail Bouneb melalui set piece. Tendangan Bouneb gagal dihalau Bourama Kone dan meluncur deras masuk ke gawang Mali.
Memasuki menit akhir, Mali mendapat dua peluang apik. Peluang pertama lewat tendangan bebas, sayang masih membentur mistar gawang Prancis.
Tambahan waktu 13 menit. Jelang laga usai, Mali terus menggempur pertahanan Prancis. Namun nahas hingga peluit berakhir, Mali tak mampu menyamakan kedudukan dan skor bertahan 2-1 untuk Perancis, sekaligus berhak melangkah ke partai final






