NEWS  

Kok Bisa!!! Warga di Desa Ini Berdemo Memaksa Kadesnya untuk Kembali Menjabat

aksiradio – Masa Jabatan Kepala Desa (Kades) ada batasnya, namun apa jadinya jikalau seorang Kades habis masa jabatannya dipaksa untuk maju dan menjabat lagi. Tentunya suatu hal yang aneh dan teramat asing.

Disaat masyarakat muak akan pejabat yang mengumbar janji saat ingin mendapatkan jabatan, hingga tak sedikit pejabat yang berurusan terjerat kasus karena melawan Hukum.

Warga di desa ini ramai-ramai berdemo untuk mendesak seorang kepala desa untuk kembali menjabat sebagai Kades pada periode selanjutnya.

Warga masyarakat di desa Kaliasri, kecamatan Kalipare, kabupaten Malang sudah sangat mencintai kepemimpinan kepala desa Gaguk, seorang Bos tebu ini dianggap berhasil meraih prestasi yang luar biasa sebagai seorang Kades di mata warga.

Kepala desa yang satu ini terbilang sebagai seorang pahlawan bagi warganya selama kepemimpinannya Kades tersebut menolak untuk menerima gaji sebagai Kades dan memilih memberikan gajinya untuk kepentingan rakyat dan desanya.

Selama Kades kelahiran 1972 menjabat pada periode pertama, dia tidak menerima gaji dan tidak memanfaatkan lahan bengkok seluas lebih kurang 12 hektare untuk kepentingan pribadinya.

Warga melakukan Aksi demo yang simpatik ini dijaga oleh ratusan personel Polres Malang. Setelah sebelumnya dikabarkan kades tersebut menolak untuk menjabat sebagai Kades Kaliasri untuk periode kedua.

Sekilas, tampak Gaguk memang jauh dari kesan formal sebagai sosok kades. Misalnya, untuk ngantor, dia nyaris tidak pernah berseragam. Selain itu untuk menuju kantor desa dari rumahnya yang berjarak lebih kurang 500 meter, dia memilih naik sepeda onthel.

Usai didesak warganya, Gaguk tak bisa menyembunyikan kesedihannya karena melihat begitu besar kecintaan warganya kepada dia.

“Dengan mengucap Bismillah, saya siap untuk menjabat kades kembali,” kata Gaguk dengan nada terbata-bata.

Spontan, para warga yang berkumpul di halaman balai desa bersorak gembira dan mengucap Alhamdulillah. “Hidup Pak Gaguk!” pekik warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *