aksiradio – Berhasil Menciptakan Pemimpin terutama bagi pemimpin dan pemangku jabatan di Kabupaten Karawang SMPN1 Klari setiap tahun terendam banjir harus rela sekolahnya terendam banjir ketinggian hingga sepinggang orang Dewasa
Berbagai penghargaan dan prestasi segudang terpampang jelas dalam sebuah lemari kaca.
Hanya dalam kurun waktu 2 bulan di awal tahun 2023, sebanyak 20 penghargaan diraih, beragam prestasi yang diraih tentunya melambungkan nama kebesaran dan mengibarkan Kabupaten Karawang di daerah lain bahkan nasional, hal tersebut jelas menjadi hal yang positif akan keberhasilan dunia pendidikan di Kabupaten Karawang.
SMPN1 Klari bukan hanya menjadi sekolah yang hanya mengejar penghargaan namun prestasi dalam hal mendidik menciptakan anak bangsa menjadi pemimpin telah dibuktikan hingga saat ini, tak sedikit lulusan SMPN1 Klari kini menikmati dan duduk sebagai pimpinan dan pemangku jabatan di Kabupaten Karawang.
Ironisnya hampir setiap tahun saat musim penghujan tiba SMPN1 Klari, Jl. Raya Kosambi Klari, persis di belakang Kantor Kecamatan Klari Karawang, tak pernah usik menjadi Langganan Banjir.
Bahkan di musim penghujan kali ini ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, mulai area halaman hingga seluruh kelas terendam banjir, alhasil data-data penting hingga perlengkapan alat sekolah mulai kursi, meja hingga laptop mengalami kerusakan, tak sedikit nilai kerugian yang diderita, bahkan akibat banjir hewan melata seperti ular tidak sedikit ditemukan di sekolah ini, beruntung tidak sampai memakan korban.
Akibat tidak memadainya tempat belajar mengajar, karena akses masuk ke sekolah terendam banjir dan berpotensi membahayakan jiwa siswanya, Pihak sekolah SMPN Klari pun memutuskan untuk belajar melalui daring selama 3 hari.
Kepala Bidang Sarana Prasarana SMPN1 Klari, Dadang Sugiono mengatakan,”banjir kali ini adalah yang terparah karena merendam hampir seluruh bagian di sekolah, mulai halaman, kelas, ruang guru, perpustakaan dan merendam aset sekolah seperti laptop yang berjumlah 8 buah.”
Saat ditanya perkiraan tota kerugian atas musibah banjir kali ini, Dadang mengatakan kurang lebih mencapai 50 jutaan rupiah.
“Sekolah ini hampir setiap tahun mengalami kebanjiran terhitung sejak 2013, salah satunya karena faktor karena semakin padatnya penduduk di sekitar sekolah, pembangunan rumah juga tak memikirkan aliran pembuangan dan drainase,”ungkap Dadang
Saat para siswa masuk sekolah, untuk mendapatkan pendidikan yang layak, mereka harus berusaha bekerja sama membersihkan sisa banjir dengan peralatan seadanya.
Pihak Sekolah SMPN1 Klari berharap pemerintah Kabupaten Karawang bisa membantu mengatasi permasalahan yang kerak dialami hampir setiap tahunnya dan kepedulian para pemangku jabatan saat ini terutama bagi mereka yang pernah merasakan mengenyam pendidikan di sekolah ini, agar SMPN1 Klari kabupaten Karawang terus mampu menciptakan Pemimpin yang berhasil mensejahterakan rakyatnya.






