aksiradio – Karawang kini telah resmi memiliki rumah singgah untuk anak jalanan, pengemis, tunawisma dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Bupati Karawang dr Hj Cellica Nurrachadiana meresmikan langsung peresmian Rumah Singgah yang terletak di jalan Cakradireja no 8 dengan anggaran Rp 1,4 Miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dedi Achdiat menyebut bahwa pembangunan Rumah Singgah ini terdiri dari dua lantai.
Fungsi ruangan lantai 1 dilengkapi ruang pemeriksaan, ruang tamu, ruang sekretariat, ruang rawat khusus ODGJ dengan teralis besi.
“Ada toilet, gudang ruang cuci pakaian. Di lantai 2 ada ruang perawatan, Kamar Mandi dan gudang,” tandas dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Ridwan Salam menjelaskan keberadaan rumah singgah ini telah dinantikan oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Dinsos bahkan Satpol PP.
Nantinya mereka yang terjaring operasi akan didata dan singgah disini sebelum dikembalikan kepada keluarganya. Disini hanya transit, paling lama 7 hari. Rata-rata paling lama 2 hari. Karena menyangkut makanan, pangan dan layanan kesehatan.
Sementara itu Bupati Karawang dr Hj Cellica Nurrachadiana menyebut bahwa persoalan anak jalanan, tunawisma, pengemis hingga ODGJ menjadi persoalan menahun yang harus diselesaikan.
“Selama ini Karawang belum memiliki rumah singgah, sehingga selalu kebingungan saat operasi dan razia Satpol PP, mereka tak punya tempat singgah,” tandas bupati.
Karawang sendiri telah memiliki 51 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang menangani permasalahan sosial anak. Pemda juga bekerja sama dengan masyarakat yang peduli untuk menampung dan menyembuhkan ODGJ di Purwasari dan Batujaya.
“Alhamdulillah, hari ini saya meresmikan keberadaan Rumah Singgah yang akan dikelola oleh Dinas Sosial. Kelak, rumah ini akan menjadi tempat transit bagi anak jalanan, ODGJ, pengemis hingga tunawisma yang diamankan oleh Satpol PP,” ucap Cellica.






