Akhir Kisah Cerita mengenai DAS Air Citarum Berwarna dan Berbau

Inilah hasil laporan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang (DLHK) yang merilis data uji laboratorium air DAS Citarum.

Hasilnya, selama sepekan, air sungai terpanjang di Jawa Barat yang dalam beberapa hari terakhir sempat menjadi perbincangan masyarakat dan aktivis lingkungan ternyata Positif dipenuhi limbah.

“Air Citarum dipenuhi air buangan dari sejumlah perusahaan,” kata Wawan Setiawan , Selasa (11/8/2020).

Wawan menuturkan, pihaknya mengambil sampel di tujuh tempat. Diantaranya, bantaran Citarum wilayah Anggadita, Telukjambe, Alun-alun dan Purwadana.

“Air Citarum di wilayah-wilayah itu terindikasi tercemar,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan di tujuh tempat menunjukkan, kadar Chemical Oxygen Demand (COD) rata-rata mencapai 60an mg/L. Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2001 seharusnya COD tidak melebihi 50 mg/L.

Selain itu, tingkat kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) rata-rata mencapai 15 mg/L. Bahkan di Anggadita mencapai 38,4 mg/L, seharusnya tidak melebihi 6 mg/L. Hasil Dissolved Oxygen (DO) menunjukkan 4 mg/L, yang seharusnya tidak melebihi 3 mg/L.

“Kadar COD,BOD, dan DO di lokasi pengambilan sampel sudah di atas ambang batas toleransi,” tutur Wawan.

“Tingginya kadar BOD, COD dan DO di Citarum itu menunjukkan air tidak dalam keadaan baik atau di bawah normal,” Wawan menambahkan.

Hal itu, kata Wawan tak lepas dari puluhan pabrik yang membuang langsung limbahnya ke Citarum. Di Citarum wilayah Karawang, tercatat ada 32 perusahaan yang outfall nya langsung ke Citarum. Dari puluhan pabrik itu, bergerak di bidang tekstil, makanan, kimia dan kertas.

“Total ada 86 pabrik yang membuang langsung ke daerah aliran sungai Citarum atau 54 pabrik yang membuang limbah ke anak sungai Citarum,” ungkap Wawan.

Seharusnya, kata Wawan, sebelum membuang limbah ke sungai, pabrik-pabrik itu harus memastikan buangan mereka tak berbahaya. “Artinya harus di bawah baku mutu,” ujar Wawan.

Menghitamnya air Citarum, selama sepekan lalu, kata Wawan diperparah oleh surutnya air, sehingga gelontoran limbah yang dibuang langsung memenuhi Citarum yang sedang surut.

“Sehingga air yang dangkal itu dipenuhi limbah karena Citarum sendiri sedang surut,” ungkap Wawan.

JAGA DAYA TAHAN TUBUH DENGAN BIOMORINGA & BIOACTIVA

Kini telah hadir jamu tetes herbal Bioactiva dan Biomoringa dengan kandungan 100% herbal alami dapat menjaga daya tahan tubuh anda dan sistem kekebalan tubuh anda dalam mengantisipasi virus corona yang sedang merebak saat ini, dan membantu penyembuhan penyakit lainnya yang sedang anda alami.

Dapatkan Biomoringa dan Bioactiva di :

GERAI SEHAT AKSI 96.1 FM KARAWANG
Jl. Dr. Taruno No.51, Adiarsa Bar., Kec. Karawang Baru,
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41312
CP : Jaka Swara
Phone : 0811128739
Whatsapp : http://bit.ly/62811128739

GERAI SEHAT TEH RINI WANCIMEKAR
Kp. Cariu Krajan RT. 02 RW. 02 Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru,
Karawang – Jawa Barat
CP : Yayat Hidayat
Phone : 085310672282
Whatsapp : http://bit.ly/6285310672282

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *