Dibalik cerita Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Karawang periode 2020-2024 yang resmi dilantik oleh Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin, di Lantai 3 Gedung Singaperbangsa, Pemkab Karawang, Jumat (7/8/2020), Bupati Karawang, Cellica selaku Orang nomor satu di Karawang ini mengaku kecewa atas proses dan hasil dari pengisian pengurus di organisasi induk olahraga ini.
“Terus terang saya kecewa. Ada beberapa kesalahan hal yang menurut saya krusial,” katanya kepada awak media.
Hali ini didukung soal nama-nama pengurus yang berbeda dengan yang diajukan. “Dalam draft SK pengurus yang diajukan kepada saya, ternyata berbeda dengan SK yang sekarang ada,” tandasnya.
Komposisi kepengurusan yang tidak berimbang antara politisi dan professional. “Seharusnya imbang antara politisi dan professional. Kalau saya lihat sekarang keterwakilan politik justru lebih mendominasi dibanding profesional,” kata Cellica.
Ia mengaku merasa heran jika ada yang menyebut pengurus KONI titipan orang nomor 1 Karawang. “Katanya pengurus KONI titipan penguasa. Sekarang dibuka aja. Partai A dapat berapa, Partai B dapat berapa. Kalau memang titipan penguasa, partai saya Demokrat harusnya paling banyak dong. Nyatanya, Demokrat aja dapat 4, itu pun 2 mengundurkan diri. Jadi tinggal 2. Jadi apanya yang titipan penguasa?” ketus Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana kecewa.
Sementara Praktisi Hukum Asep Agustian (Askun) sapaan akrab mengatakan, “Saya apresiasi sekali kalau sama Pendi Anwar, itu gentle namanya. Nah, dewan lainnya yang masih di struktur KONI bagaimana?. Mereka itu gak ngerti aturan atau gak tahu malu sih,”
Askun juga menambahkan, semua jelas dituliskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2007 pasal 56 disebutkan secara tegas kalau pengurus KONI dilarang memegang suatu jabatan publik yang diperoleh melalui suatu proses pemilihan langsung oleh rakyat atau anggota DPRD.
“Ini bukan persoalan mereka (anggota dewan) harus berada di dalam struktur KONI dalam rangka men-support kinerja KONI. Tapi ini persoalan aturan main yang dilanggar. Aturan mainnya sudah jelas kok. Tapi kenapa mereka masih duduk di struktural KONI. Makanya saya bilang ini mah bener-bener gak tahu malu,” kata Askun.
Sementara dalam sambutannya di pelantikan dan pengukuhan Pengurus KONI Karawang pada Jumat (7/8/2020) kemarin, Ketua KONI Jabar Brigjen Pol Ahmad Syarifudin mengatakan, dengan adanya pejabat publik dan kalangan politisi termasuk enam anggota DPRD Karawang yang masuk ke dalam susunan kepengurusan KONI Kabupaten Karawang, hal tersebut tidak menjadi masalah baginya.
Diujung sambutan penutupnya, Cellica juga berpesan agar KONI tidak diarah-arahkan atau dipengaruhi oleh segelitir orang. “KONI jangan mau disetir oleh satu atau dua orang. KONI harus profesional dan bersih dari kepentingan politik apapun,” tutupnya singkat.
JAGA DAYA TAHAN TUBUH DENGAN BIOMORINGA & BIOACTIVA
Kini telah hadir jamu tetes herbal Bioactiva dan Biomoringa dengan kandungan 100% herbal alami dapat menjaga daya tahan tubuh anda dan sistem kekebalan tubuh anda dalam mengantisipasi virus corona yang sedang merebak saat ini, dan membantu penyembuhan penyakit lainnya yang sedang anda alami.
Dapatkan Biomoringa dan Bioactiva di :
GERAI SEHAT AKSI 96.1 FM KARAWANG
Jl. Dr. Taruno No.51, Adiarsa Bar., Kec. Karawang Baru,
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41312
CP : Jaka Swara
Phone : 0811128739
Whatsapp : http://bit.ly/62811128739
GERAI SEHAT TEH RINI WANCIMEKAR
Kp. Cariu Krajan RT. 02 RW. 02 Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru,
Karawang – Jawa Barat
CP : Yayat Hidayat
Phone : 085310672282
Whatsapp : http://bit.ly/6285310672282






