aksiradio – Politisi keturunan Tionghoa-Indonesia asal Padang (Sumatra Barat), Alvin Tedjo, resmi terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada, dalam pemilihan umum kota yang digelar pada Senin, 26 Oktober 2026. Berdasarkan data hasil penghitungan suara tidak resmi dari pemerintah Kota Mississauga,
Alvin meraih kemenangan signifikan dengan meraup 74.479 suara (sekitar 38,9% hingga 39,2%), sekaligus mengungguli dua kandidat kuat yang jauh lebih berpengalaman.
Alvin Tedjo berhasil mengalahkan wali kota petahana, Carolyn Parrish, yang menempati posisi kedua dengan 51.853 suara (27,3%), serta mantan wali kota Mississauga sekaligus pemimpin Partai Liberal Ontario, Bonnie Crombie, yang berada di posisi ketiga dengan 43.191 suara (22,7%).
Kemenangan bersejarah ini menandai pergeseran generasi di Balai Kota Mississauga dan dijadwalkan secara resmi mulai menjabat sebagai wali kota kedelapan pada 15 November 2026.
Fakta Menarik Mengenai Alvin Tedjo
• Latar Belakang Diaspora: Alvin lahir dari keluarga imigran Indonesia asal Padang, Sumatra Barat, dan pindah menetap ke Kanada sejak ia masih berusia empat tahun. Kakeknya dikenal sebagai dr. Anto Tedjo, alumni kedokteran gigi Universitas Trisakti Jakarta.
• Karier Politik Lokal: Sebelum memenangkan kursi wali kota, ia menjabat sebagai Anggota Dewan Kota (City Councillor) Mississauga untuk Distrik Ward 2 sejak tahun 2022. Alvin sempat kalah dalam pemilihan wali kota tahun 2024 dari Carolyn Parrish sebelum akhirnya membalikkan keadaan di tahun 2026.
• Program Unggulan Kampanye: Selama masa kampanyenya, Alvin berhasil menarik simpati warga kelas pekerja dengan menjanjikan kebijakan pembekuan pajak properti residensial selama dua tahun, keringanan pajak bagi lansia, serta peningkatan aksesibilitas fasilitas kota untuk keluarga.
• Pendidikan: Pria berusia 41 tahun ini merupakan lulusan Ilmu Politik dari Queen’s University dan memegang gelar Master di bidang Desain Media Digital dari Harvard University.
Kemenangan Alvin Tedjo tidak sekadar mengukir sejarah baru bagi lanskap politik Mississauga, tetapi juga mempertegas kontribusi diaspora Indonesia di kancah global. Keberhasilannya membalikkan keadaan di ajang kontestasi politik Kanada menjadi bukti nyata bahwa keberanian, visi yang berpihak pada rakyat, serta komitmen melayani mampu menembus batas negara dan latar belakang.
Kini, publik tak hanya menanti gebrakan kepemimpinannya di Balai Kota Mississauga mulai 15 November mendatang, tetapi juga menjadikan kisah perjalanannya sebagai sumber inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan membawa nama bangsa di panggung dunia.






