NEWS  

Dramatis Indonesia Akhirnya Hentikan Dahaga Juara 35 Tahun dan Raja di Asia Tenggara

aksiradio – Sejak peluit pertama dibunyikan, Timnas Indonesia langsung menggebrak. Selama 20 menit awal, Skuad Garuda memegang kendali penuh dan membombardir pertahanan Thailand tanpa henti.

Berulang kali serangan mematikan menyisir dari sisi kiri lapangan, mengurung lawan hingga dominasi penguasaan bola menyentuh angka 68% berbanding 32%, dengan shoots on target 7 berbanding 5.

Meski Thailand sesekali membalas lewat serangan balik kilat yang mendebarkan jantung pertahanan Indonesia, papan skor tetap tak bergeming 0-0 hingga 2 menit masa injury time babak pertama usai.

Tensi pertandingan melonjak drastis di menit-menit akhir babak kedua. Pada menit ke-84, sorak-sorai membumbung tinggi saat Dean James melepaskan tembakan tipis dari dalam kotak penalti. Bola membentur tubuh Iklas, berbelok arah dan mengoyak jala lawan – Indonesia memimpin! Namun, drama belum berakhir. Hanya berselang tiga menit, Thailand yang bermain dengan 10 pemain justru berhasil menyamakan kedudukan.

Sebuah umpan silang terukur dari sisi kiri mendarat di jantung pertahanan dan langsung disambar Iklas (87′) lewat sepakan keras yang menaklukkan Emil Audero. Tambahan waktu 7 menit di babak kedua tak mampu mengubah skor 1-1. Laga panas ini harus berlanjut ke babak extra time 2×15 menit.

Pada 15 menit pertama masa perpanjangan waktu, Thailand memilih “memarkir bus” dan menumpuk seluruh pemainnya di lini belakang, membendung habis-habisan gelombang serangan Indonesia. Bencana nyaris menghampiri Skuad Garuda di menit ke-111.

Memanfaatkan kelengahan dan celah di pertahanan Indonesia, Peeradol melesakkan gol yang memaksa Emil Audero memungut bola dari gawangnya sendiri. Skor berbalik 1-2.

Di ujung tanduk, mental baja Indonesia berbicara. Elkan Baggott tampil sebagai penyelamat! Memanfaatkan bola liar hasil tepisan kiper Thailand atas tendangan keras Rizky Ridho, tembakan kaki kanan Elkan menggetarkan jala lawan dan mengubah kedudukan menjadi 2-2. Tambahan waktu 3 menit di penghujung extra time tak mengubah keadaan. Takdir sang juara harus ditentukan lewat adu penalti yang mendebarkan.

Di babak penentuan ini, ketenangan menjadi kunci. Dua algojo Thailand gagal menjalankan tugasnya akibat tekanan luar biasa, sementara seluruh penendang Indonesia tampil dingin dan sukses mengeksekusi penalti tanpa cela.

Indonesia mengunci kemenangan dramatis dengan skor penalti 4-2. Penderitaan, peluh, dan penantian panjang selama 35 tahun akhirnya terbayar tuntas—Indonesia resmi bertakhta sebagai raja Asia Tenggara!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *