aksiradio – Atmosfer membara menyelimuti GOR Bulutangkis Pasar Bersih, kawasan Galuh Mas Karawang, Sabtu (08/08/2026). Babak penyisihan cabang olahraga bulutangkis dalam ajang bergengsi KIIC Cup ke-24 kembali memanas di pekan ketiganya dengan menghadirkan aksi sengit dari 18 kontingen perwakilan perusahaan.
Gelaran tahunan yang resmi bergulir sejak 18 Juli hingga 3 Oktober 2026 ini tak pernah sepi dari keriuhan. Gemuruh yel-yel suporter yang hadir membela bendera perusahaannya masing-masing sukses membakar semangat para atlet di lapangan.
Tak hanya suporter, tribun penonton juga dipadati oleh perwakilan perusahaan lain yang cermat mengamati peta kekuatan serta potensi calon lawan di babak berikutnya.
Eman, selaku referee wasit pertandingan bulutangkis KIIC Cup 2026, menjelaskan bahwa perjalanan menuju tangga juara masih sangat panjang dan penuh tantangan.
“Hari ini merupakan pertandingan pekan ketiga turnamen KIIC Cup 2026, diawali pada pekan pertama di tanggal 25 Juli lalu dan akan berlangsung hingga 26 September 2026 nanti,” ungkap Eman.
Ia menambahkan, babak penyisihan tahun ini dirancang marathon hingga pekan kelima. Setelah itu, lima pekan tersisa akan menjadi panggung krusial bagi tim-tim terbaik untuk memperebutkan tiket menuju partai final pada 26 September mendatang.
Demi menjaga kualitas kompetisi, Eman mengimbau seluruh tim untuk berlaga secara sportif dan profesional. Ia sangat berharap tidak ada kontingen yang memilih walk out (WO) agar atmosfer pertandingan tetap kompetitif dan menghibur.
“Sekali lagi saya menyarankan para peserta perwakilan menggunakan pakaian dan perlengkapan olahraga yang sesuai peruntukannya, agar terhindar dari cedera yang tidak diharapkan,” tegas Eman mengingatkan.
Sengitnya persaingan di atas lapangan bulutangkis ini menegaskan bahwa KIIC Cup ke-24 bukan sekadar ajang perburuan gelar juara. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi panggung solidaritas, memupuk jiwa sportivitas, serta mempererat tali silaturahmi antarperusahaan di kawasan industri Karawang.
Dengan semangat membara yang ditunjukkan para atlet dan suporter, seluruh mata kini tertuju pada pekan-pekan berikutnya—menantikan lahirnya sang juara sejati di partai puncak nanti.






