aksiradio – Hanya selang sehari menjelang Rapat Paripurna dan Pidato Presiden dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI, sebuah insiden kelam menghampiri pelaksanaan program nasional.
Suasana mencekam dan kepanikan luar biasa mendadak menyelimuti sejumlah sekolah di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Kamis (13/8/2026).
Sebanyak 269 pelajar dari lima sekolah berbeda dilarikan secara bersamaan ke berbagai fasilitas kesehatan. Korban mendadak mengalami mual, muntah, hingga pusing hebat beberapa saat setelah menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kronologi Kejadian: Berawal dari Jam Istirahat
- Pukul 10.00 WIB: Makanan MBG yang dikemas dalam wadah ompreng didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lokal ke lima sekolah di kawasan Berastagi. para siswa menyantap menu tersebut dengan antusias saat jam istirahat.
- Pukul 11.30 WIB: Gejala awal mulai bermunculan. Puluhan siswa mengeluhkan perut mulas, mual, dan kepala pusing. Situasi kian tak terkendali ketika beberapa di antaranya mulai muntah-muntah di area kelas dan halaman sekolah.
- Pukul 12.15 WIB: Pihak sekolah dan guru berhamburan mengevakuasi para siswa menggunakan kendaraan operasional, ambulans, hingga armada warga sekitar untuk dibawa ke pusat layanan medis terdekat.
- Pukul 14.00 WIB: Jumlah korban yang terdata melonjak hingga 269 pelajar. Tim medis langsung melakukan penanganan darurat dengan tindakan dehidrasi dan pemberian penawar racun/sebab alergi.
Rincian Sekolah dan Korban Terdampak
– SMA Negeri 1 Berastagi: 204 siswa
– SMA Swasta Bersama: 25 siswa
– SMK Swasta Bersama: 40 siswa
– Dua sekolah tingkat SMP (termasuk SMP Swasta Bersama dan SMP Negeri 3 Kabanjahe yang turut disuplai dari dapur yang sama): Masih dalam proses pendataan.
Penanganan dan Tindak Lanjut
Fasilitas Kesehatan:
Para korban dilarikan dan mendapat perawatan di RS Efarina Berastagi, RSU Kabanjahe, Puskesmas Berastagi, serta RS Amanda Berastagi.
Investigasi BGN:
Badan Gizi Nasional menurunkan tim investigasi, menyetop sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait, serta mencopot kepala SPPG untuk evaluasi menyeluruh.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh. Jika ditemukan kelalaian dalam proses penyediaan makanan, pihaknya tidak segan menghentikan operasional dapur MBG dan mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab.






