NEWS  

Timnas Kejar Sejarah, Menghapus Takdir dan Meruntuhkan Dominasi Thailand di ASEAN Cup

aksiradio – Indonesia berpeluang besar mencatatkan sejarah baru apabila berhasil menembus papan atas dan meraih gelar juara ASEAN Cup (Piala AFF) bila mampu mengalahkan Thailand sebagai negara peraih gelar juara terbanyak.

Di ajang piala AFF terhitung di tahun 2026, saat ini berubah wujud menjadi kejuaraan ASEAN Cup penyelenggaraan dibagi atas 2 divisi, divisi 1 dilaksanakan di Indonesia sementara divisi 2 di Hongkong.

Final perebutan gelar juara Piala ASEAN cup 2026 akan dilaksanakan pada hari Senin, 05 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB, dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta.

Tak tanggung-tanggung Thailand di ajang ini telah meraih gelar sebanyak tujuh kali, sementara Tim Nasional Indonesia kerap dijuluki sebagai “Raja Tanpa Mahkota”, Timnas Garuda memegang rekor spesialis runner-up terbanyak tanpa pernah sekalipun mengangkat trofi juara.

Sementara mengutip sejarah singkat sekaligus relam jejak dalam lima kali penyelenggaraan terakhir, Timnas Indonesia mengalami pasang surut perjuangan.

Tahun 2016 Timnas hanya berstatus sebagai runner-up kejuaraan, 2018 gagal melangkah ke babak semifinal setelah finis di peringkat ketiga grup, 2020 kembali menjadi runner-up, 2022 melangkah hanya sampai babak semifinal dan terakhir 2024 terhenti bahkan tak mampu melewati fase grup.

Pertemuan antara Indonesia dan Thailand kerap menjadi duel klasik bernuansa panas. Skuad “Gajah Warung/Gajah Putih” masih menjadi tembok tebal yang paling sulit ditundukkan Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Thailand menjadi batu sandungan utama Indonesia dalam perebutan gelar juara, termasuk memupus harapan Garuda di partai final edisi 2000, 2002, 2016, dan 2020.

Pertemuan terakhir pada edisi 2022, Indonesia dan Thailand bermain imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Karno. Gol penalti Marc Klok mampu dibalas oleh Sarach Yooyen meski Thailand bermain dengan 10 pemain.

Secara keseluruhan di tingkat senior, Thailand masih unggul dalam rekor head-to-head, mendominasi jumlah kemenangan baik di fase grup maupun laga gugur piala kawasan.

Bila Indonesia mampu memecahkan telur dan menjadi juara di kejuaraan Piala ASEAN 2026, keberhasilan ini tidak sekadar menambah koleksi piala di lemari PSSI, sebagai trofi pertama sekaligus meruntuhkan stigma historis, Thailand sebagai Raja Asia Tenggara.

Gelar ini juga akan melengkapi kebangkitan sepak bola Indonesia yang telah menembus panggung Kualifikasi Piala Dunia dan level Asia, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara.

Menjuarai turnamen regional menjadi bukti nyata, poin momentum generasi emas: dan keberhasilan pembinaan pemain muda serta program naturalisasi berkelanjutan yang dijalankan PSSI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *