aksiradio — Dikepung raksasa industri seperti Kawasan Industri Mitra (KIM), Peruri, KIIC, hingga kawasan Bank Indonesia tak lantas membuat Desa Parungmulya hanya ingin menjadi penonton.
Berada tepat di jantung pusat pertumbuhan ekonomi Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya bergerak cepat mengambil peran strategis sebagai jembatan kemitraan antara masyarakat desa dan dunia usaha.
Direktur BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya, Dedi Jumhari (yang akrab disapa Dono), menegaskan bahwa warga lokal harus mendapatkan manfaat nyata dari gurita industri di sekitar mereka.
Kehadiran pabrik-pabrik besar seharusnya berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja, peluang kemitraan UMKM, hingga program pemberdayaan yang terarah.
“Kami berharap BUMDes bisa menjadi fasilitator agar masyarakat Desa Parungmulya tidak hanya menjadi penonton. Masyarakat harus memiliki ruang untuk mendapatkan manfaat melalui lapangan kerja, peluang usaha, kemitraan vendor, hingga pengembangan UMKM,” ujar Dedi.
Langkah BUMDes Parungmulya bukanlah gertak sambal. Secara regulasi, kiprah ini berpijak kuat pada Perda Kabupaten Karawang Nomor 7 Tahun 2023 tentang BUM Desa.
Landasan ini memberikan ruang legal bagi desa untuk membangun jaringan bisnis profesional dan menjalin kerja sama saling menguntungkan (win-win solution) tanpa mengintervensi kewenangan internal perusahaan.
Tak hanya sektor bisnis, potensi kolaborasi juga disasar melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR). Mengacu pada Perda Karawang No. 7/2020 dan Perbup No. 96/2022, BUMDes mendorong agar program CSR tidak lagi sekadar charity atau bantuan sesaat, melainkan berfokus pada pembedayaan berkelanjutan seperti pelatihan keterampilan kerja, penguatan ekonomi kreatif, dan perbaikan fasilitas publik.
Dedi menekankan pentingnya mengubah pola hubungan desa dan industri menjadi lebih bermartabat. BUMDes siap bertindak sebagai aggregator—mengonsolidasikan potensi warga local agar mampu memenuhi kualifikasi vendor maupun kebutuhan tenaga kerja industri.
“Jangan sampai desa hanya dijadikan lokasi berdiri industri, tapi warganya terasing dari peluang yang ada. Yang kami dorong adalah kemitraan profesional, bukan meminta-minta,” tegasnya.
Ke depan, BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya berkomitmen merangkul Pemerintah Desa, Karang Taruna, pelaku UMKM, dan jajaran manajemen perusahaan untuk mewujudkan ekosistem kemitraan Desa–Industri yang sehat, terukur, dan berkelanjutan.






